Dari awal saya sudah pernah menjelaskan bukan? Tau darimana kalau seseorang itu baik, buktinya mendapati sikap seseorang yang tidak sesuai dengan ekspektasimu saja, kamu sudah kecewa dan menghilang. Aneh memang jadi manusia, maunya dimengerti tapi jarang sekali mau mengerti.
Bersyukur saya mengenalmu kawan :))
Saya banyak belajar tentang arti datang dan pergi.
Saya banyak belajar tentang arti menghargai yang namanya hati. Kamu tidak banyak bicara ini dan itu, tapi, sabar sekali mendengarkan semua keluh kesah dan juga cerita ku.
Ah, aku sedikit kecewa. Salahku memang. Aku selalu sulit percaya pada seseorang yang bertanya,
"Bagaimana jika suatu saat kamu dikecewakan?"
"Bagaimana jika suatu saat kamu ditinggalkan?"
"Bagaimana jika suatu saat kamu disakiti?"
Sial, selalu saja yang bertanya demikian justru yang melakukan. Seberapa jauh kamu mengenalku duhai?
Berkali-kali sudah ku katakan, kalau kamu memang butuh penjelasan, pasti akan saya berikan sebanyak yang kamu mau.
Kamu tidak tahu, saya juga tidak tahu kamu.
Kita sama-sama tidak tahu. Maka dari itu yang namanya saling mengerti itu perlu.
Tapi mohon maaf, ketakutan saya masih belum sembuh. Berkali-kali jatuh dan dipatahkan. Berkali-kali menaruh harap dan dikecewakan. Sudah saatnya saya menjaga apa yang harus saya jaga. Sudah saatnya saya berjuang pada siapa yang memang betulan mau berjuang.
Kamu hanya melihat apa yang terlihat di mata. Sedikitpun kamu tidak tahu bukan? Bahwa..... ah sudah. Buat apa penjelasan, toh kamu tidak butuh itu. Toh kamu tidak pernah menanyai akan hal demikian.
Perhatikan baik-baik, bukan Hanya kamu saja yang datang mencoba mengetuk pintu. Terus terang saya takut membukakan pintu, jangan-jangan kamu Hanya ingin singgah padahal tak pernah sungguh. Jangan-jangan kamu hanya ingin lebih lama menatap saya tapi tidak untuk menetap dengan saya.
Ah terlalu berlebihan sekali memang, karena kamu perlu tahu, bahwa saya selalu bertanya,
"Sebenarnya yang kamu butuhkan memang saya, atau sosok seperti saya?"
Saya tidak pernah butuh alasan, saya hanya perlu kamu menyadari bahwa saya dan cerita saya memang tidak baik-baik saja di hadapan orang lain.
Yogyakarta, 12 Oktober 2019
Bapak saya dan kedua abang saya tidak pernah rela hati saya disakiti dan menyakiti.
~Aroma.
Komentar
Posting Komentar